Buyer’s Guide: OC Accessories

Bagi Anda yang hobi mengutak-atik komputer dan sudah mahir dalam penguasaan komponen PC, mungkin pernah melakukan suatu teknik yang bernama overclocking. Jika pada artikel buyer’s guide sebelumnya, tim Jagat Review sudah membahas dan merekomendasikan heatsink, mulai dari heatsink yang mempercantik penampilan PC Anda sampai heatsink yang memiliki kemampuan sangat baik dalam meredam panas. Kali ini, tim Jagat Review akan memberikan rekomendasi aksesori overclocking yang mungkin akan berguna bagi Anda saat melakukan overclocking, baik overclock harian ataupun overclock yang sudah lebih ekstrim.

High RPM Fan

Penggunaan fan dengan RPM tinggi sudah bukan hal yang aneh di kalangan overclocker yang sering “memaksa” hardware mereka untuk berlari lebih kencang. Fan yang mampu menyemburkan angin dengan kencang akan membuat heatsink yang digunakan memiliki kinerja yang lebih maksimal. Umumnya, fan dengan RPM kencang ini ditujukan untuk komputer server. Tetapi, Anda tetap dapat menggunakannya sebagai salah satu penunjang agar komputer yang ter-overclock tinggi tidak mengalami overheat.

Jika tidak ditemukan label/informasi mengenai RPM maksimum yang diusung fan, Anda dapat melihat besaran Ampere yang ada pada label fan tersebut. Umumnya, sebuah fan yang memiliki besaran Ampere (daya) lebih besar akan memiliki RPM yang lebih tinggi sehingga Anda dapat memperkirakan kemampuan fan tersebut tanpa perlu melihat label spesifikasi. Sayangnya, fan dengan RPM tinggi cukup sulit ditemukan di pasaran sehingga kami tidak bisa merekomendasikan tipe fan yang ada secara spesifik.

Delta FFB1212EHE 120x120x38mm

Fan superbising ini memiliki performa yang luar biasa dalam menyemburkan angin. Bagaimana tidak, dinamo yang digunakan memungkinan fan ini berputar pada kecepatan 4000rpm. Dari spesifikasi yang tertera, fan ini datang dengan kemampuan memindahkan angin hingga 190CFM (cubic feet minutes). Yang pasti, jangan lupa memperhatikan kapasitas maksimal yang mampu disuplai oleh PSU karena fan ini menyedot listrik cukup besar, mencapai 3A.

Memory Cooler

Perkembangan memory sekarang ini semakin mengarah pada penggunaan chip memory yang memiliki frekuensi tinggi. Seringnya penggunaan frekuensi yang tinggi pada memory juga mengakibatkan suhu operasional memory turut meningkat hingga akhirnya cukup banyak produsen yang menciptakan memory cooler sebagai pendamping memory tersebut. Dengan pemakaian memory cooler, suhu memory RAM dapat diturunkan menjadi lebih rendah sehingga mengurangi resiko memory mengalami overheat ketika dijalankan pada frekuensi yang lebih tinggi dari frekuensi standarnya.

Corsair Airflow 2 Fan

Merupakan memory cooler seri kedua dari Corsair. Seri pertama dari memory cooler Corsair yaitu Corsair Airflow Fan, hanya mendukung penggunaan memory dual channel dengan fan yang berukuran lebih kecil. Corsair Airflow 2 Fan ini memiliki dimensi yang lebih besar dengan penggunaan kipas 2×60 mm yang membuat fan ini lebih sunyi dan dapat menyemburkan angin lebih banyak dari versi sebelumnya. Fan ini juga mendukung penggunaan memory hingga triple channel.

Kingston KHX Fan

Memory Cooler dari Kingston ini memiliki bentuk dan ukuran yang tidak jauh berbeda dengan Corsair Airflow 2 Fan. Keduanya sama-sama menggunakan fan 2×60 mm, silent,  dan mendukung penggunaan memory triple channel. Fan cocok untuk pengguna komputer yang memperhatikan penampilan dari PC-nya karena pada kedua fan 60 mm yang digunakan terdapat LED berwarna biru yang akan mempercantik penampilan PC penggunanya.

Thermalpaste

Material ini sering kali disepelekan oleh kalangan pengguna PC. Padahal, sebenarnya material yang bernama thermalpaste inilah yang akan mengisi sela-sela kosong di antara prosesor dan heatsink yang berfungsi untuk memaksimalkan transfer panas dari prosesor ke heatsink. Oleh karena itu,  penggunaan thermalpaste yang lebih baik akan membuat kemampuan transfer panas menjadi lebih baik pula.

Artic Cooling MX-3

Thermalpaste Artic Cooling ini memiliki performa yang dapat dikatakan sangat baik dalam menghantarkan panas. Selain itu, pastanya yang tidak terlalu kental sangat memudahkan penggunanya mengaplikasikan pasta tersebut ke prosesor ataupun tempat lainnya. Artic Cooling MX-3 termasuk salah satu thermalpaste yang tidak konduktif sehingga tidak akan menyebabkan konslet/short apabila luber atau terkena secara tidak sengaja.

Thermalright Chill-Factor 3

Merupakan generasi penerus dari thermalpaste keluaran Thermalright yang sangat terkenal, yaitu Chill Factor 2. Thermalpaste ini memiliki rata-rata keunggulan thermalpaste kelas atas seperti performanya yang termasuk baik, tidak konduktif, dan tidak mudah kering. Dikarenakan thermalpaste ini memiliki tingkat kekentalan yang lebih tinggi, sangat disarankan untuk meratakan terlebih dahulu dengan kartu yang diberikan karena thermalpaste ini agak susah rata jika hanya disuntikkan pada bagian tertentu saja.

Bench Table

Lian-Li PITSTOP T60

Produk keluarin Lian-Li ini cukup banyak beredar di pasaran. Harganya sendiri kurang lebih setara dengan casing full tower. Bench table ini cocok untuk pengguna komputer yang sering mengutak-atik PC-nya karena tersedia rak-rak yang dapat digunakan untuk menempatkan peripheral lain, seperti hard disk, power supply, dan sebagainya. Sebagai salah satu pembuat casing yang memiliki kualitas tinggi, bahkan Lian-Li menyematkan fitur cable management yang juga merupakan kelebihan dari bench table ini.

Dimastech Bench/Test Table Hard V2.5

Mungkin merek ini kurang terdengar di khalayak umum. Tapi, bagi kalangan overclocker, merek ini cukup terkenal. Merek ini termasuk salah satu bench table favorit overclocker karena bentuknya yang simpel namun didukung oleh penggunaan bahan logam yang berkualitas sehingga tidak mudah rusak. Dengan tersedianya pengunci container untuk extreme cooling, benchtable ini memiliki nilai lebih tersendiri karena akan sangat memudahkan extreme overclocker untuk melepaskan LN2/Dry Ice pot untuk melakukan troubleshooting. Benchtable ini cocok digunakan oleh casual overclocker ataupun extreme overclocker karena terdapat beberapa part yang dapat dilepas apabila tidak digunakan. Sayangnya bench table ini masih harus diimpor dari Italia karena belum ada yang memasukkan Dimastech secara resmi ke Indonesia.

WaterCooling

Umumnya, pendingin yang berbasis watercooling memiliki performa yang lebih baik dibandingkan heatsink biasa. Hingga sekarang, sudah cukup banyak produsen pendingin yang membuat watercooling compact untuk memudahkan pengguna baik dalam pemasangan ataupun maintenance. Tetapi, seiring dengan perkembangan heatsink yang semakin lama semakin baik, daya saing watercooling compact semakin berkurang karena kemampuannya mendinginkan kurang efektif. Jika Anda ingin mendapatkan performa yang benar-benar baik dari sebuah watercooling, disarankan membeli komponen-komponen watercooling secara terpisah sehingga Anda dapat memilih komponen tersebut sesuai dengan kebutuhan.

Waterblock

Salah satu komponen yang cukup berperan dalam menentukan performa watercooling Anda. Waterblock ini berfungsi sebagai penyerap panas dari prosesor dan melepaskan panas tersebut pada air/coolant yang terpompa ke dalam waterblock tersebut.

EK Supreme HF

Produk ini merupakan waterblock keluaran EK yang memiliki performa yang sangat baik dalam mendinginkan prosesor Anda. Selain performanya yang di atas rata-rata, waterblock ini juga sangat mengundang perhatian karena penutup atasnya yang transparan sehingga kita dapat melihat liquid yang digunakan pada waterblock tersebut. Dalam paket penjualannya disediakan beberapa plate tambahan untuk menyesuaikan aliran air yang akan masuk ke dalam waterblock. Dengan menggunakan plate dengan lubang paling sedikit, performa pendinginan dari EK Supreme HF ini akan lebih baik dibandingkan penggunaan plate dengan lubang yang lebih banyak.

Swiftech Apogee XT

Siapa yang tidak tahu ketenaran dan performa Swiftech dalam dunia watercooling? Waterblock baru keluaran mereka mengalami peningkatan performa yang cukup baik dibandingkan dengan seri Apogee sebelumnya. Salah satu keunggulan dari waterblock ini adalah inlet (tempat memasukkan air) yang dapat diubah posisinya sehingga memungkinkan waterblock ini menggunakan fitting yang berukuran besar.

Radiator

Bagian ini memegang peranan penting dalam melepaskan panas yang sudah diserap oleh waterblock baik dari prosesor maupun GPU. Semakin lebar permukaan radiator yang dapat didinginkan fan, semakin baik pula radiator tersebut menurunkan suhu air yang digunakan. Jika hanya menggunakan satu radiator untuk mendinginkan panas dari prosesor dan GPU, kami menyarankan untuk menggunakan radiator yang setidaknya mampu menampung 3-4 kipas pada satu  sisi agar suhu air dapat diturunkan secara maksimal ketika sudah melakukan overclock yang cukup tinggi.

The Feser Company (TFC) X-Changer Radiator 360

Salah satu radiator berukuran 3×120 mm yang cukup terkenal akan performanya yang sanggup bersaing sangat dekat dengan radiator keluaran Thermochill PA 120.3 yang legendaris. Radiator ini berukuran sedikit lebih tebal jika dibandingkan dengan rata-rata radiator yang beukuran 3×120 mm namun masih mungkin untuk dimasukkan ke dalam casing. Sayangnya, performa yang tinggi dari radiator ini harus ditebus dengan harga yang termasuk tinggi untuk radiator sekelas.

Danger Den Black Ice GTX480

Radiator yang berukuran sangat panjang ini mendukung pemakaian hingga 4 kipas 120 mm pada satu sisinya. Besarnya ukuran radiator membuatnya agak susah dimasukkan ke dalam casing PC karena kebanyakan casing hanya mendukung hingga radiator berukuran 3×120 mm. Namun besarnya ukuran radiator juga diimbangi dengan performanya yang cukup mengerikan karena radiator ini sanggup mendinginkan sebuah prosesor dan dua buah GPU dengan baik.

Extreme Cooling

Kingpin F1 Gemini

Salah satu LN2 Pot yang sangat terkenal yang dibuat oleh salah satu overclocker dari USA yaitu K|ngP|n. Pot yang didesain khusus untuk penggunaan LN2 ini dijual melalui websitenya yaitu www.kingpincooling.com. LN2 Pot yang merupakan penyempurnaan dari LN2 Pot F1 Dragon EE ini cukup unik karena penggunaan desain pot yang baru memungkinkan penggunanya mengganti base dari pot ini sehingga dapat menyesuaikan dengan karakteristik prosesor yang digunakan. F1 Gemini ini ke depannya akan menggantikan F1 Dragon EE yang sudah discontinue.

SF3D Inflection Point

Pot yang didesain oleh overclocker dari Finlandia yaitu SF3D. Inflection Point dapat digunakan dengan LN2 ataupun dry ice tanpa menurunkan performanya. Penggunaan tembaga yang dicampur dengan aluminium dilakukan untuk mengurangi biaya produksi pot tersebut. Namun, massa tembaga yang lebih kecil tersebut memberikan kemudahan dalam mengontrol suhu prosesor namun tetap mampu menahan beban load yang besar. Termasuk pot yang populer di kalangan overclocker Eropa.

Bahan Insulasi

Kneaded Eraser


Salah satu bahan yang dapat digunakan untuk melakukan insulasi motherboard ataupun GPU adalah kneaded eraser. Kneaded eraser sendiri adalah penghapus karet yang banyak digunakan di kalangan pelukis. Penghapus ini umumnya berwarna abu-abu, bersifat lunak, dan dapat dibentuk-bentuk seperti lilin mainan. Keunggulan dari bahan insulasi ini adalah sifatnya yang mudah menempel satu sama lain sehingga pada saat kita mencabut kneaded eraser dari motherboard, jarang tersisa serpihan kecil pada sela-sela transistor atau komponen kecil motherboard. Sayangnya, harga kneaded eraser di Indonesia cukup tinggi dikarenakan pengunaan kneaded eraser yang kurang populer di Indonesia.

Paper Tak / Power Tack

Jika agak sulit menemukan kneeded eraser atau bila dirasa kneeded eraser terlalu mahal untuk sekadar mencoba extreme cooling, ada solusi pengganti untuk melakukan insulasi. Bahan insulasi pengganti yang dapat digunakan adalah Paper Tak/Power Tack, yang berbahan seperti karet yang umumnya digunakan di kantor-kantor untuk menempelkan kertas ke papan pengumuman. Paper Tak/Power Tack sendiri memiliki kisaran harga yang jauh lebih murah dibandingkan kneaded eraser, yaitu di kisaran Rp20.ooo-Rp30.000. Kekurangan dari bahan ini adalah mudah meninggalkan serpihan kecil pada komponen kecil di motherboard sehingga membutuhkan waktu lebih saat melepaskan Paper Tak/Power Tack jika digunakan untuk insulasi.

Termometer

Sewaktu melakukan extreme overclocking, thermometer merupakan salah satu alat yang diperlukan untuk mengetahui suhu prosesor Anda karena umumnya jika suhu prosesor sudah berada dibawah 0 derajat celcius, perangkat pembaca temperatur yang tertanam di motherboard sudah tidak dapat membaca suhu dengan akurat sehingga kita membutuhkan perangkat thermometer secara terpisah.

Thermometer yang tersedia di pasaran sangat banyak jenisnya. Tapi, kalangan overclocker lebih sering menggunakan thermometer dengan sensor yang berjenis K-Type. Jika Anda masih mencoba-coba untuk melakukan extreme overclock, Anda dapat membeli thermometer yang memiliki kemampuan untuk membaca suhu hingga kurang lebih -60 dengan harga yang berkisar di antara Rp500.000-Rp700.000. Namun, jika Anda ingin thermometer yang lebih baik, Anda dapat memilih thermometer dengan rentang baca suhu lebih jauh dan kecepatan update baca suhu yang jauh lebih cepat. Tentu saja kelebihan tersebut harus ditebus dengan harga yang jauh lebih mahal.

Tenmars TM-363

Termometer ini termasuk termometer yang memiliki harga cukup rendah tetapi sudah memiliki rentang baca suhu antara minus 200 celcius hingga 1372 celcius. Sensor yang disediakan adalah jenis K-Type yang dapat membaca suhu dengan cukup akurat dan dapat membaca suhu dalam satuan Celcius atau Fahrenheit. Namun, kecepatan update pembacaan suhu memang tidak real time dengan perubahan suhu pada sensor sehingga para overclocker perlu membiasakan diri untuk pengaturan suhu yang benar-benar optimal. Walaupun begitu, termometer ini masih dapat menjadi pilihan karena harganya yang tidak terlampau tinggi.

Fluke 52-II

Termometer yang banyak digunakan oleh overclocker-overclocker papan atas karena memiliki pembacaan yang akurat dan memiliki waktu update pembacaan suhu yang dapat dikatakan realtime. Termometer ini dapat menggunakan berbagai jenis sensor mulai dari J, K, T, and E-Type dan juga dapat membaca dalam ukuran Celcius, Fahrenheit, atau Kelvin. Update rate yang cepat sangat memudahkan para overclocker dalam mengontrol suhu sewaktu melakukan extreme overclocking.

SUMBER: JagatReview.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s