10 Tips Beralih dari Gamer Bajakan ke Gamer Original!

10-tips-game-bajakan-ke-ori

“Cuma Raja Minyak doank yang bisa beli game original. Kita yang masih miskin ya masih harus ngandelin bajakan doank.”, berapa banyak dari Anda yang seringkali mendengar argumen yang satu ini? Perbincangan hangat di dunia maya terkait masalah pembajakan memang menjadi pemandangan umum, yang sayangnya, seringkali tidak menghasilkan jalan keluar sama sekali. Pembajakan memang sudah menjadi bagian yang tidak bisa terpisahkan dari hidup orang Indonesia, tidak hanya dari sisi video game, tetapi juga film, musik, buku, dan perangkat lunak pendukung fungsi komputer. Siapa yang tidak akan tergoda? Semua hal ini bisa didapatkan secara cuma-cuma, tanpa mengorbankan uang sama sekali. Parahnya lagi, hukum Indonesia yang berjalan tidak cukup kuat untuk memastikan praktik seperti ini bisa dijerat dengan konsekuensi yang berat.

Usaha untuk mendorong penikmat konten bajakan, terutama para gamer, untuk mulai melirik game original juga seringkali tidak tepat. Para gamer original yang melakukan public shaming di sosial media justru dilihat sebagai golongan elitist yang tidak peka, setidaknya pada kondisi ekonomi gamer yang bervariasi. Sebuah game original berharga Rp 500 –  Rp 700 ribu memang bukan barang murah, bahkan sudah menghabiskan ¼ dari total upah minimum pekerja di kota besar, belum lagi fakta bahwa sebagian besar gamer Indonesia adalah pelajar. Pembajakan mulai terlihat sebagai opsi yang “rasional dan bisa dimaklumi” terlepas dari fakta bahwa ia secara moral, tidak berbeda dengan pencuri. Pertanyaannya kini, apa yang harus dilakukan untuk membuat gamer bajakan untuk mulai melirik pasar game original?

Pertanyaan inilah yang akhirnya mendorong JagatPlay menyusun 10 buah tips ini. Tujuannya adalah untuk membantu proses transisi gamer bajakan menuju gamer original, secara bertahap. Mengapa? Karena hampir mustahil, dengan variasi kondisi ekonomi sosial gamer yang ada, untuk memaksakan sebuah perubahan instan yang sehat. Argumen bahwa video gaming adalah sebuah hobi mahal yang tidak pantas dinikmati oleh mereka yang tidak memiliki dana ekstra juga tidak bijaksana dan terkesan elitist. Tujuan utamanya adalah mendorong gamer bajakan untuk setidaknya mulai memberikan kontribusi bagi industri game dan tentu saja game-game yang mereka senangi. Mulai memberi dan tidak hanya sekedar menikmati saja.

Inilah 10 tips untuk membantu proses transisi ini:

10. Buat List Game Bajakan yang Sudah Anda Selesaikan

steam library

Salah satu mindset untuk mulai melirik game original adalah melihat semua game yang unduh secara gratis di dunia maya tak ubahnya demo – untuk mendapatkan sedikit gambaran akan produk seperti apa yang ingin Anda beli. Lantas, apa indikator pasti untuk melihat apakah game yang Anda unduh memang Anda nikmati atau tidak? Yang paling jelas, tentu saja melihat apakah Anda memang benar menyelesaikan game-game ini hingga tamat. Untuk setiap game bajakan yang Anda tamatkan, Anda harus menulisnya secara rapi ke dalam sebuah list komprehensif. Catatan list game-game bajakan yang Anda selesaikan ini tak ubahnya sebuah lembar utang terhadap developer masing-masing dari mereka. Begitu Anda memiliki uang yang mencukupi, Anda bisa mulai membeli versi original game-game ini lalu mencoretnya dari list. Anda bahkan diperkenankan membeli game yang tengah mendapatkan diskon terlebih dahulu.

9. Sharing Account

family sharing

Berbagi beban alias patungan adalah strategi yang mungkin terdengar “merugikan” di mata publisher, namun menjadi alternatif solusi yang lebih baik daripada sekedar membajak. Dengan harga game di atas Rp 500 ribu / keping, berbagi beban dengan satu atau dua teman yang lain akan menjadi alternatif terbaik untuk membuat Anda tetap bisa menikmati game original, namun dengan harga yang lebih terjangkau. Masalah ekstra lain yang harus Anda pikirkan mungkin pada pembagian waktu bermain mengingat hampir sebagian besar game yang terikat pada portal distribusi game tertentu hanya bisa dimainkan melalui satu akun dan satu di saat yang sama. Setidaknya, dengan cara seperti ini, Ada bisa mendapatkannya dengan harga yang lebih rasional.

8. Game Second Tetap Menarik

used games

Untuk game-game berbasis single player yang akunnya tidak terikat pada portal distribusi game tertentu dan bisa dimainkan secara offline, membeli game bekas adalah sebuah alternatif yang tidak bisa Anda kesampingkan begitu saja. Bergabung di forum-forum gaming besar bahkan grup-grup komunitas platform gaming tertentu di situs sosial media akan membantu Anda mendapatkan informasi lebih terkini  terkait game-game original bekas yang ditawarkan. Terlepas dari status gamenya yang sudah lawas, Anda tetap menjadikannya alternatif untuk melengkapi koleksi atau memenuhi syarat dari tips no. 10 yang kami sampaikan sebelumnya. Untuk game-game yang dirilis dalam kurun waktu 6 bulan atau lebih, penurunan harga bisa mencapai 60% dari harga baru. Good deal..

7. Andalkan Giveaway

free stuff

Anda bahkan tetap tidak bisa membeli sebuah game original yang sudah terhitung murah? Tengah menjadi tren di sosial media saat ini untuk membagikan game-game berbasis digital secara cuma-cuma, walaupun terkadang membutuhkan Anda melewati proses syarat tertentu yang sebenarnya tidak terlalu sulit. Jika berbasis peruntungan, tidak ada salahnya Anda mengikuti kontes-kontes seperti ini hanya untuk satu hal – merasakan sensasi memiliki setidaknya satu game original dan apa yang membuat sensasi tersebut berbeda dari hanya sekedar memainkan game-game bajakan. Walaupun Anda tidak berkontribusi langsung pada industri game, namun event giveaway seperti ini akan membuat mempopulerkan game yang Anda dapatkan.

6. Subsitusi

uncharted the last of us

Subsitusi adalah alternatif yang lebih cepat dari tips no. 10 yang kami lontarkan sebelumnya. Sebuah game AAA terbaru yang dirilis ke pasaran biasanya ditawarkan dengan harga yang memang tidak terjangkau untuk sebagian besar gamer – sekitar Rp 500 – 700 ribu per keping. Anda ingin menikmati game bajakannya namun tidak ingin sekedar mengunduh tanpa memberikan apapun? Maka metode ini akan memberikan sedikit solusi yang lebih rasional. Inti dari subsitusi adalah membeli satu game original keluaran developer sama dari game baru yang ingin Anda mainkan, dengan asumsi, ia akan ditawarkan dengan harga yang lebih murah. Sebagai contoh? Anda ingin memainkan The Last of Us, namun tidak memiliki uang yang cukup? Anda bisa tetap menikmati game bajakannya, tetapi setelah Anda sudah membeli Uncharted 2 atau 3 – yang notabene juga dirilis oleh developer yang sama – Naughty Dog. Dengan ini, Anda memberikan kontribusi untuk sang developer, walaupun tidak sepadan dengan game yang Anda bajak. But still, better than nothing..

5. Maksimalkan Budget

wario

Organisasi budget bulanan juga bisa menjadi strategi yang paling efektif untuk memastikan Anda mampu memberikan kontribusi bagi video game sebagai sebuah industri, tetapi sekaligus juga menikmati game-game terbaru. Caranya? Dengan menetapkan budget bulanan rasional yang harus dihabiskan untuk menambah koleksi di library game Anda. Sebagai contoh? Anda mungkin bebas menikmati semua game bajakan yang dirilis di April 2014 silam, selama Anda menghabiskan budget game original bulanan Anda sebesar Rp 400.000,-, misalnya. Uang Rp 400 ribu ini harus Anda habiskan untuk membeli game original manapun, berapapun, terlepas dari relevansinya dengan game bajakan yang tengah Anda mainkan.

4. Indie Menjadi Prioritas

Banished (1)

Atau Anda bisa mulai mengembangkan sedikit rasa penghargaan terharap proses  pengembangan game yang sudah pasti kompleks, lewat penghargaan dan perhatian ekstra untuk game-game indie yang saat ini tengah menjadi tren. Anda bisa mulai dengan sikap untuk TIDAK MEMBAJAK game Indie manapun yang ingin Anda nikmati, walaupun Anda masih memainkan game-game bajakan dari publisher raksasa. Game-game indie biasanya ditawarkan dengan harga yang lebih murah dan memiliki waktu gameplay yang super panjang. Perlahan namun pasti, ketika Anda mulai merasa “malu” memainkan game indie bajakan, perasaan yang sama juga akan terbawa ketika Anda menikmati game-game bajakan dari publisher raksasa.

3. Mulai Dari Game Multiplayer-Based

Titanfall JagatPlay (141)

Ingin mulai melirik game-game original namun tidak ingin agar uangtersebut terbuang sia-sia untuk sebuah game yang akan habis dan Anda tinggalkan dalam hitungan waktu 6-8 jam, maka pilihan yang rasional adalah mulai menginvestasikan uang Anda untuk game-game berbasis multiplayer. Game-game dengan fokus multiplayer seperti ini biasanya tidak hanya menghadirkan pengalaman bermain yang epiik, tetapi juga menyenangkan dan menarik di saat yang sama. Ini adalah sebuah permulaan, menjadikan game-game sekelas Titanfall dan Battlefield 4 sebagai prioritas game yang bisa Anda habiskan dengan tabungan. Sementara game-game yang menjadikan single player sebagai basis pengalaman bisa dijadikan prioritas kedua.

2. Free to Play

dota 2 mirana

Langkah yang lebih ekstrim? Jika Anda tidak ingin sama sekali mencicipi game bajakan, Anda bisa mulai HANYA memainkan game original dengan memanfaatkan game-game free to play yang kini memang mulai menjadi format game yang mainstream. Tersebar lewat portal distribusi besar seperti Origin, Uplay, dan Steam, game-game free to play kini juga mulai tersebar dalam beragam genre, tidak hanya sekedar MOBA dan MMORPG. Sebagai contoh, Anda bisa memainkan Hawken misalnya, jika Anda ingin mencicipi sensasi pertarungan mecha namun tidak memiliki dana yang cukup untuk membeli Titanfall hingga saat ini. Menariknya lagi? Hampir sebagian besar game Free to Play ini memang didesain untuk tampil adiktif, menarik, dan kompetitif di saat yang sama.

1. Go Digital!

steam vs origin

Deal-deal terbaik untuk game original paling murah, bahkan yang terbaru sekalipun, kini terletak di panggung distribusi digital, terutama dari Steam. Dengan sedikit ekstra kerja keras, Anda bisa menemukan seller-seller Tanah Air yang bermain di sosial media dan menawarkan key-key game original terbaru dengan batas harga yang jauh lebih bersahabat. Tidak hanya itu saja, kini deal diskon super murah juga menjadi program yang tidak bisa dipisahkan dari game-game original. Anda bisa menemukan program seperti Steam Summer / Winter Sell, Origin “On The House”, dan Humble Bundle untuk mendapatkan game original dengan harga yang bahkan lebih murah daripada game bajakan di Indonesia sekalipun. “Tapi bagaimana kalau saya tidak punya koneksi internet cepat buat download?”, alasan ini seringkali keluar untuk menjustifikasi menghindari game-game digital. Beli gamenya, simpan di library, berikan sedikit kontribusi, luangkan uang suatu saat untuk mendapatkan koneksi internet yang lebih reliable. Done!

Semua tips di atas tentu saja didesain untuk menghasilkan proses transisi dari gamer bajakan menuju original yang bertahap, pelan, namun pasti. Efek utama yang ingin dicari adalah kebanggaan untuk memiliki game original dan menyerap sensasi yang luar biasa dari melihat library-library game original yang semakin banyak , sekaligus mulai mengembangkan perasaan malu dan menghindari game-game bajakan sebagai efek jangka panjang. Pembajakan bukanlah sebuah fenomena hitam putih, ia bergerak di wilayah abu-abu, yang terlepas dari konsekuensi moral dan hukum, ia terkadang dilihat sebagai sebuah proses yang bisa dimaklumi.

Walaupun demikian, ia tidak lantas menjadi alasan legit bahwa kita semua diperbolehkan untuk tidak memberikan kontribusi timbal balik apapun bagi industri game, yang notabene merupakan “denyut nadi” kita bersama. Sama-sama berjuang, sama-sama berusaha, sama-sama mulai mencoba, untuk kita semua, Anda dan kami. Dan semoga saja, proses ini akan membuat Indonesia dilihat sebagai pasar potensial dari para produsen konsol dan publisher – developer game. Pelan-pelan saja, namun pasti.

Bagaimana menurut Anda sendiri soal fenomena pembajakan seperti ini?

SUMBER: JAGATPLAY

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s