Ini Dia Cabe Terpedas di Dunia, Membuatmu Pingsan Dalam Waktu Singkat

Cabai dikenal sebagai bumbu masakan yang rasanya pedas. Rempah ini sering digunakan pada masakan Asia dan rasa pedasnya begitu digemari banyak orang.

1. Moruga Scorpion

Moruga Scorpion

Moruga Scorpion

Di New Mexico ditemukan varietas baru cabai terpedas didunia.

Di Albuquerque, New Mexico, ada varietas cabai baru yang super pedas. Cabai ini rasanya sangat pedas dan ketika memakannya akan mengeluarkan air mata dan keringat mengucur. Penelitian yang dilakukan oleh New Mexico State University’s Chile Pepper Institute telah mengidentifikasi varietas cabai terpedas di bumi ini.

Cabai yang pedasnya melebihi lada ini tercatat sebagai caabi terpedas didunia. Rasa pedasnya melebihi 1,2 juta cabai Scoville. “Saat mengigit cabai ini rasanya tidak terlalu pedas, namun pada gigitan berikutnya Anda akan merasakan sensasi pedasnya yang laur biasa,” ujar Paul Bosland, seorang pakar cabai terkenal dan Director of the Chile Institute.

Para peneliti diminta untuk membuat saus pedas dalam industri makanan pedas untuk menetapkan tingkat kepedasan yang super pedas. Upaya ini bertujuan untuk mengganti klaim tidak ilmiah yang menyebutkan bahwa paprika adalah cabai terpedas.

Bosland mengatakan, “Cabai terpedas adalah hal yang kompleks, dan sebuah industri tidak hanya terpatok pada satu jenis cabai.” Cabai varietas baru ini bentuknya perpaduan antara paprika dengan caabi rawit dan berwarna merah.

Dalam penelitian ini melibatkan beberapa tim yang menanam 125 tanaman dari setiap varietas seperti Trinidad Moruga Scorpion, Scorpion Trinidad, dan Jolokia Bhut yang merupakan varietas pemegang rekor terpedas sebelumnya yang di identifikasi oleh lembaga dan disertifikasi oleh Guinness World Records pada tahun 2007.

Buah cabai yang matang dipilih secara acak dari beberapa tanaman dalam setiap varietas yang dipanen, setelah itu buah dapat dikeringkan dan digiling menjadi bubuk. Senyawa yang menghasilkan rasa pedas pada cabai yang akan dibuat ekstraksi dan diperiksa.

Cabai yang varietasnya sama bisa menghasilkan rasa pedas yang berbeda tergantung pada kondisi lingkungan. Tanaman cabai yang stres dan kurang air atau suhunya lebih panas dapat menghasilkan cabai yang lebih pedas. Cabai yang benar-benar pedas rasa panasnya bisa menembus sarung tangan lateks.

Seorang ahli cabai mengatakan ada beberapa orang yang cukup gila untuk tetap menikmati cabai meskipun sangat pedas. Biasanya orang makan cabai yang sudah diolah menjadi saus cabai dan tidak mencoba untuk makan lada untuk menambah rasa pedas pada makanan.

 

2. Bhut Jolokia

Bhut Jolokia

Bhut Jolokia

Cabe yang berasal dari India ini menurut data American Society for Horticultre Science tercatat memiliki tingkat kepedasan hingga 1 juta SHU (cabe normal, termasuk cabe rawit, rata-rata hanya mencapai 100.000 SHU saja).

Dalam sebuah tayangan di Youtube, seorang pria bernama Jamie mendemonstrasikan kedasyatan dari Cabe Gila ini. Mula-mula dia memakan setengah dari Cabe Bhut Jolokia. Lima menit pertama, dia masih belum merasakan adanya rasa pedas atau apapun. Semua baik-baik saja, hingga menit keenam, saat Jamie mulai merasakan kepedasan. Dia mulai meloncat-loncat dan meminum banyak air. Tapi tampaknya air yang diminumnya tidak mampu menghilangkan rasa terbakar di mulut dan tenggorokannya.

Pada menit ke-10, Jamie berlutut sembari memukul-mukul tanah karena sudah tahan lagi menahan rasa pedas dan panas yang tampaknya sudah menggerogoti hampir seluruh tubuhnya. Dia pun sudah tidak bisa diajak bicara. Pada menit ke-30, Jamie mulai merasakan kondisi seperti mau mati dan hanya bisa terkapar.

Tayangan itu merupakan bukti bagaimana pedasnya cabe yang banyak ditemui di kawasan Assam, India Utara itu.

Penduduk setempat percaya bahwa banyak makan cabe Bhut Jolokia dapat membantu memerangi penyakit rematik, kanker, rematik, osteoporosis, menurunkan tekanan darah dan kolesterol. Cabe sendiri mengandung vitamin A, C, Kalium, Magnesium, dan Besi yang membantu mencegah penggumpalan darah, menghilangkan plak dari arteri, menyembuhkan luka, dan menangkal flu. Di dalam cabe terdapat zat Photochemical yang dapat mengurangi sel kanker dan tumor. Bahan aktif Capsicum merangsang otak dan kelenjar ludah melepaskan endorfin (enzim penghilang rasa sakit alami dan memberi rasa tenang).

Khusus untuk Cabe Bhut Jolokia, karena tingkat kepedasannya yang sangat tinggi, para ahli menguatirkan dapat membuat iritasi pada usus, sehingga disarankan untuk tidak mengonsumsi cabe ini dalam jumlah yang banyak.

Video:

3. Carolina Reaper

Carolina Reaper

Carolina Reaper

Cabai ini berhasil dikembangkan oleh Ed Currie dari South Carolina. Cabai Carolina Reaper ini bahkan sudah diuji coba tingkat kepedasannya oleh Winthrop University dalam kelas uji coba makanan.

Ed Currie sudah 4 tahun mengembangkan Carolina Reaper ini di perkebunannya yang bernama PuckerButt Pepper Co. Sebelum diberi nama Carolina Reaper, cabai ini memiliki kode uji coba HP22B, singkatan dari ‘Higher Power, Pot No. 22, Plant B’. Pemberian nama kode ini dikarenakan Ed Currie memiliki pot tanaman cabai lainnya yang dikembangkan untuk dicoba tingkat kepedasannya.

Carolina Reaper ini memiliki bentuk bulat dengan tekstur seperti cabai keriting dengan warna merah cerah. Di bagian bawah cabai, terdapat sebuah ‘ekor’ yang menyerupai bentuk buntut kalajengking, sehingga memberi kesan bahwa cabai ini sangat menyengat.

Pada saat uji coba tingkat kepedasan Carolina Reaper, peneliti menggunakan Scoville Heat Unit sebagai satuan ukur tingkat kepedasan. Dari hasil pengukuran, ternyata Carolina Reaper mendapatkan 1.569.300 Scoville Heat Unit! Angka ini lebih besar dbandingkan dengan jalapeno yang hanya sekitar 5.000 Scoville Heat Unit. Tingkat kepedasan Carolina Reaper disebut-sebut setara dengan pedasnya 2,2 juta cabai merah biasa.

Walaupun sudah mendapat rekor cabai terpedas dengan Carolina Reaper-nya, Ed Currie masih terus berinovasi dengan aneka cabai di perkebunananya. Bersama dengan 12 orang karyawan, Currie dan perkebunannya masih akan terus mengembangkan cabai terpedas dengan rasa lainnya.

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s